Homestay with Himasma3 @ Lake Diatas, Alahan Panjang
.
Blogging-writing and updating our everyday life story is a hot trend and is an exciting activity these days. We can write anything we want on our own existing blog. Therefore, I create this web blog which will contain everything concerning with my daily life and all of my rewarding experiences. What's more, this blog will also contain anything which is considered very interesting and beneficial. Hoping that all of the followers can benefit from this blog and also increase your knowledge and horizon. As a matter of fact, it's not my first blog as I have already created three other blogs which began on December 2009. As for its development, I personally concede that I usually enhance this blog in my spare time, particularly on the weekend. That's all my explanation about this blog, hoping that you enjoy keeping up with this blog.
Ternyata gak sedikit orang yang suka salah dalam penggunaan “a few”, “few”, “a little”, dan “little”. Pembahasan ini akan menjelaskan bagaimana kita bisa membedakan bentuk-bentuk tersebut dan pastinya penggunaannya akan dibahas juga.
Dalam bahasa Inggris, “little” dan “few” artinya adalah sedikit. Bentuk “little” digunakan untuk benda yang gak bisa dihitung jumlahnya (uncountable noun) seperti gula, garam, susu, nasi, waktu, uang, dan sebagainya.
Sedangkan bentuk “few” sebaliknya, digunakan untuk benda yang jumlahnya bisa dihitung (countable noun) seperti botol, teman, pensil, buku, meja, dan lain-lain.
Nah, bagaimana kalo bentuk “little” dan “few” tersebut ditambahkan “a” di depannya sehingga bentuknya menjadi “a little” dan “a few”? Yang terjadi adalah kedua bentuk tersebut memiliki makna yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa liat contoh kalimat berikut ini:
1. “I have a few oranges in the refrigerator”
2. “I have few oranges in the refrigerator”
Makna contoh kalimat 1 ingin menjelaskan bahwa jeruk yang dimiliki tinggal sedikit, namun cukup untuk dimakan beberapa orang sehingga kita gak perlu untuk membeli jeruk lagi. Sedangkan pada contoh kalimat 2, “few oranges” maksudnya adalah jumlahnya sangat sedikit dan gak bisa dikonsumsi untuk banyak orang sehingga kita perlu membelinya lagi.
Cukup jelas dengan penjelasan “few” dan “a few” sekarang kita beralih ke penjelasan mengenai “little” dan “a little”. Hampir sama seperti bentuk “few” dan “a few”, bedanya adalah penggunaan “little” dan “a little” khusus untuk benda yang jumlahnya tidak bisa dihitung (uncountable noun).
Lihat contoh berikut dulu ya, setelah itu kita bahas maksud kalimatnya:
3. “I have a little money left. I can buy a glass of coffee.”
4. “I have little money left. I need to borrow some money.”
Jika kita liat kedua kalimat di atas, terlihat bahwa konteksnya berbeda kan? Contoh kalimat 3 menjelaskan bahwa subjek mempunyai sedikit uang, tapi dia bisa membeli secangkir kopi. Sedangkan contoh kalimat 4 bermakna uang yang dimiliki si subjek sedikit sekali dan dia butuh pinjaman uang dari orang lain. Jelas kan bedanya?
Kata “ain't” sering banget nih dipake dalam percakapan sehari-hari, tapi “ain't” merupakan informal english.
“Ain't” bisa menggantikan “am not, are not, is not, have not, has not, do not, does not, did not.”
Contohnya:
Ex.: "It's a free country, ain't it?"
[Ini negara bebas, kan?].
Di contoh tersebut, “ain't” sebagai pengganti “is not”. Kalimat yang baku seharusnya adalah “It's a free country, isn't it?”.
1) “I ain't (am not) stupid.” [Gue ga bodoh.]
2) “You ain't (aren't) polite.” [Lo ga sopan.]
3) “He ain't (isn't) what he used to be.” [Dia udah ga seperti yang dulu.]
4) “He ain't (hasn't) come yet.” [Dia belom dateng-dateng juga.]
5) “I ain't (don't) do that.” [Aku ga ngelakuin itu.]
6) “She ain't (doesn't) like animals.” [Dia ga suka dengan binatang.]
Karena emang bukan merupakan bentuk baku, di percakapan sehari-hari, “ain't” seringkali diikuti grammatical errors. Bentuk kesalahan yang umum adalah double negative.
Ex.: “I ain't got no money.” [Gue ga punya uang.]
Seharusnya kalimat yang benar adalah “I haven't got any money.” Karena sudah ada not seharusnya ga diikuti dgn no lagi.
Tapi karena sudah menjadi bahasa sehari-hari, grammatical errors ini udah ga dipeduliin lagi dan udah ga terdengar aneh meskipun banyak kesalahan tata bahasa di kalimat yang digunakan.
Contoh lainnya:
"I ain't gonna tell nobody nothing." dimana kalimat benarnya adalah "I'm not going to tell anybody anything." [Gue ga akan bilang apa pun ke siapa-siapa.]
Udah cukup jelas ya tentang penggunaan “ain't”? Salah satu alasan “ain't” banyak digunain adalah karena mempermudah dalam menyusun suatu kalimat, dimana apa pun subjeknya yang digunakan tetaplah “ain't”. Maka dari itu, ga dianjurkan nih sering-sering menggunakan “ain't”, karena selain bukan kata baku, nanti kamu bisa-bisa susah terbiasa dengan penggunaan to be atau linking verb yang seharusnya berubah sesuai subjeknya.
Posisi pengelasan ada empat macam: 1. posisi dibawah tangan (lihat w, h) 2. posisi mendatar / horizontal (lihat q) 3. posisi vertical (lihar s) 4. posisi diatas kepala (lihat u)
Dibawah ini akan diuraikan cara pengelasan bagi masing-masing posisi
1. posisi dibawah tangan Dari keempat posisi pengelasan tersebut, posisi bawah tanganlah yang paling mudah melakukannya. Oleh sebab itu untuk menyelasaikan setiap pekerjaan pengelasan sedapat mungkin diusahakan pada posisi dibawah tangan. Penjelasan: - pada gambar anda dapat melihat bagaimana seharusnya sudut-sudut elektroda pada berbagai macam kampuh.
Kemiringan elektroda 10 derajat – 20 derajat terhadap garis vertical kearah jalan elektroda.
- kampuh berimpit
- kampuh T
Tebal pelat tidak sama
2. posisi mendatar / horizontal Pada posisi horizontal kedudukan benda dibuat tegak dan arah pengelasan mengikuti garis horizontal.
Posisi elektroda dimiringkan kira-kira 5o – 10o kebawah, untuk menahan lelehan logam cair, dan 20o kearah lintasan las (sudut jalan elektroda 70o).
Panjang busur nyala dibuat lebih pendek kalau dibandingkan dengan panjang busur nyala pada posisi pengelasan dibawah tangan.
Pengerukan benda kerja sering terjadi karena: - busur nyala terlalu panjang - ampere pengelasan terlalu tinggi - kecepatan jalan elektroda terlalu lambat
Disini diperlihatkan dua macam ayunan yang umum dipakai pada sisi horizontal.
3. posisi vertical Pada pengelasan vertical, benda kerja dalam posisi tegak dan arah pengelasan dapat dilakukan keatas/ naik atau kebawah/ turun. Arah pengelasan yang dilakukan tergantung kepada jenis elektroda yang dipakai. Elektroda yang berbusur lemah dilakukan pengelasan keatas, elektroda yang berbusur keras dilakukan pengelasan kebawah.
Dalam mengelas vertical, cairan logam cenderung mengalir kebawah. Kecenderungan penetesan dapat diperkecil dengan memiringkan elektroda 10o – 15o kebawah (lihat gambar).
Untuk pengelasan keatas diperlukan pengayunan elektroda yang teliti dan tepat sehingga dapat diperoleh hasil rigi-rigi yang baik.
Arus pengelasan keatas, lebih kecil dari pada pengelasan kebawah.
Disini diperlihatkan beberapa macam ayunan elektroda mengelas posisi vertical.
Gambar A, bentuk ayunan elektroda bersalut sedang pada pengisian lapisan pertama pada kampuh-kampuh
Gambar B, bentuk ayunan elektroda bersalut tebal pada pengisian lapisan pertama
Gambar C dan D, bentuk ayunan elektroda bersalut sedang pada pengisian lapisan terakhir.
Macam-macam ayunan yang lain adalah: Tiga macam ayunan untuk kampuh berimpit dan kampuh T Ayunan untuk kampuh V Keamanan: Kenakanlah perlengkapan pengaman sebaik mungkin.
4. posisi diatas kepala Posisi pengelasan diatas kepala, bila benda kerja berada pada daerah sudut 45o terhadap garis vertical, dan juru las berada dibawahnya.
Pengelasan posisi diatas kepala, sudut jalan elektroda berkisar antara 75o – 85o tegak lurus terhadap kedua benda kerja.
Busur nyala dibuat sependek mungkin agar pengaliran cairan logam dapat ditahan.
Ada dua jenis ayunan elektroda pada pengelasan diatas kepala. Pada umumnya ayunan elektroda hamper sama dengan ayunan elektroda pada posisi vertical.
Disini diperlihatkan kedudukan elektroda pada pengelasan kampuh T, kampuh berimpit, dengan pengisian rigi yang berlapis.
Pengisian lapis pertama, elektroda tidak perlu diayun. Lapis kedua, elektroda dapat diayun atau tanpa diayun.
Urutan pengisian dan sudut elektroda pada kampuh berimpit tegak.
Pengelasan diatas kepala ini sangat sukar dan berbahaya, sebab percikan logam banyak yang jatuh.
Keamanan: Pakailah pelindung sarung tangan, sepatu tidak boleh ada yang koyak atau berlubang dan kantong-kantong (saku) tidak boleh terbuka.
Agar tangan lebih jauh dari percikan cairan logam, maka elektroda sering dibengkokkan dekat mulut elektroda.
Anda bosan jadi karyawan?, Ingin tambahan untuk mambayar uang kuliah?, ingin sering-sering traktir teman-teman? Atau listrik, pam, arisan dll dibayarkan? 1 juta perbulan mau??? Dapatkan semuanya dengan Investasi hanya Rp. 189.000,- GARANSI UANG KEMBALI 200% JIKA TIDAK SESUAI JANJI. Asalkan Jalankan sesuai apa yang diajarkan. tidak perlu membutuhkan keahlian khusus di bidang internet maupun bisnis online. Siapapun dan apapun profesi anda tetap bisa.
— Tapi pengkhianatan akan meninggalkan luka mendalam
— Kau tetap percaya bahwa
— Sebuah dunia abadi bukanlah sebuah dunia ideal
— Jika kita mampu mewujudkan
— Dunia ini menjadi apa yang kita inginkan,
— Akankah kita berakhir?
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
— Percayalah waktu selalu abadi
— Dan aku selalu berada di sini
— Mempercayainya sampai akhir
— Aku tak akan pergi
— Dan tak akan katakan tak pernah
— Tak perlu takut
— Kau dapat menyimpannya sampai akhir
古、永遠なんてないと言い切る
そしたら希望や夢はいくつ死ぬだろう?
それが存在しないことの絶望
と存在することの残酷を
想像していて僕は少しまた
めくるページの手を止める
How will we end?
Inishie eien nante nai to ikiru
Soshitara kibou ya yume wa ikutsu shinu darou?
Sorega sonzai shinai koto no zetsubou
To sonzai suru koto no zankoku wo
Souzou shite ite boku wa sukoshimata
Mekuru peji no te wo tomeru
How will we end?
— Jika kita katakan bahwa disana tak abadi
— Dan kemudian berapa banyak harapan dan impian akan mati?
— Berpikir tak ada keputus asaan
— Dan kekejaman yang ada
— Membuatmu berhenti membalikan halaman
— Bagaimana kita akan berakhir?
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
— Percayalah waktu selalu abadi
— Dan aku selalu berada di sini
— Mempercayainya sampai akhir
— Aku tak akan pergi
— Dan tak akan katakan tak pernah
— Tak perlu takut
— Kau dapat menyimpannya sampai akhir
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
Believe the time is always forever
And I always be here
Believe it till the end
I won’t go away
And won’t say never
It doesn’t have to be afraid
You can keep it till the end
— Percayalah waktu selalu abadi
— Dan aku selalu berada di sini
— Mempercayainya sampai akhir
— Aku tak akan pergi
— Dan tak akan katakan tak pernah
— Tak perlu takut
— Kau dapat menyimpannya sampai akhir
Setelah sekian lama gue sibuk sama aktivitas perkuliahan, akhirnya ada kesempatan untuk bikin post baru. Di satu sisi kuliah emang asik sih, karna gue nemuin teman-teman dari daerah yang berbeda-beda dan dengan gaya pergaulan yang jauh lebih dewasa dan terasa jauh lebih erat dibandingkan waktu di SMA, walau terkadang gue masih menganggap kalo temen itu seperti boobs..eeh jangan berfikir negatif dulu.. Karna gue punya point, promise..hehe..boobs? ada yang gede, ada juga yang kecil, apa hubungannya yaa? (⌒∇⌒) tp yang ini pasti ada hubungannya, temen itu kayak boobs karna ada yang asli dan ada yang fake...got my point?. Tapi di sisi lain kuliah itu sucks.. pertama gue sering kurang tidur, waktu, umur, dan badan gue korbanin, dan tugas-tugas pun bejibun..gue akuin ini demi masa depan gue sendiri. Tapi kenapa dosen seenaknya aja ngasih nilai.. Nilai C sih msh gue terima, tp klo nilai E itu keterlaluan.. E = 0 artinya gue nggak pernah kuliah, nggak pernah ngumpulin tugas, dan gue g pernah ikut ujian..it's way too unfair for me...bukan cuma unfair buat gue tapi buat temen2 gue yang lain juga.